Faktor faktor penyebab obesitas

Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Dua bagian hipotalamus yang mempengaruhi penyerapan makan yaitu hipotalamuslateral HL yang menggerakan nafsu makan awal atau pusat makan ; hipotalamusventromedial HVM yang bertugas merintangi nafsu makan pemberhentian atau pusatkenyang.

Orang yang gemuk cenderung makan bila ia merasa ingin makan, bukan makan pada saat ia lapar. Jika seseroang dibesarkan dalam lingkungan yang menganggap gemuk adalah simbol kemakmuran dan keindahan maka orang tersebut akan cenderung untuk menjadi gemuk.

Hal tersebut karena dalam suatu masyarakat seringkali tubuh kurus disamakan dengan kecantikan, sehingga orang gemuk cenderung malu dengan penampilannya dan kesulitannya mengendalikan diri terutama dalam hal yang berhubungan dengan perilaku makan. Penyebab perubahan ini antara lain kelenjar tirois yang kurang aktif, hipogonadisme atau turunnya aktivitas kelenjar kelamin, sindrm Cusing yakni kelainan metabolisme akibat hiperaktifitas kelenjar faktor faktor penyebab obesitas kortikal g.

Pengeluaran energi tergantung dari dua faktor: Dalam risetnya, para peneliti menganalisis data lebih dari Hipotalamus mengandung lebih banyak pembuluh darah dari daerah lain pada otak, sehingga lebih mudah dipengaruhi oleh unsur kimiawi dari darah.

Majalah Kedokteran Andalas, 36 163— Soeria, Jenis Kelamin. Prevalensi obesitas remaja tahun mengalami peningkatan di berbagai negara tidak terkecuali Indonesia Kementerian Kesehatan RI, Keadaan psikologis dapat berupa stress, tekanan emosional, ataupun depresi. Stres dapat mengendalikan hormone tertentu pada tubuh kita yaitu hormone kortisol untuk merangsang kita memakan makanan yang manis dan berlemak, dengan kehadiran hormone tersebut membuat diri remaja tanpa sadar tidak memperhatikan asupan kalori yang di konsumsi.

Steroid dan beberapa obat anti depresi cernberung mampu menyebabkan penambahan berat badan. Meski aktivitas fisik hanya mempengaruhi satu pertiga pengeluaran energi seseorang dengan berat normal, tapi bagi orang yang memiliki kelebihan berat badan aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting.

Pengaruh Emosional Sebuah pandangan populer adalah bahwa obesitas bermula dari masalah emosional yangtidak teratasi.

Sebuah riset teranyar berskala besar yang dilakukan para peneliti di Inggris dan Denmark menemukan adanya hubungan langsung antara indeks massa tubuh BMI tinggi dan peningkatan risiko penyakit jantung. Kalori secara tidak langsung mempengaruhi system metabolism basal, Remaja yang duduk diam tanpa aktivitas fisik akan mengalami penurunan metabolism basal pada tubuhnya.

Sebagaimana kebanyakan kondisi medis, obesitas dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan genetik. Meski aktivitas fisik hanya mempengaruhi satu pertiga pengeluaran energy seseorang dengan berat normal, namun bagi orang yang memiliki kelebihan berat badan aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting.

Faktor perilaku, lingkungan, dan genetik dapat berperan dalam menimbulkan overweight dan obesitas. Tipe ini banyak dialami oleh perempuan. Pada saat berolahraga kalori terbakar, makin banyak berolahraga maka semakin banyak kalori yang hilang. Obesitas dapat terjadi pada segala umur, namun sering dianggap sebagai kelainan usia pertengahan.

Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai fungsi biologis seperti pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas, pemeliharaan kesehatan.

Raymond Tambunan, Psi. Jenis-Jenis Obesitas Purwati, Berdasarkan tipe selnya, obesitas sendiri dapat digolongkan kedalam beberapa tipe yaitu sebagai berikut: Ada sebuah pandangan yang menyatakan bahwa obesitas bermula dari masalah emosional yang tidak dapat teratasi.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN OBESITAS

Pada saat berolahraga kalori terbakar, makin banyak berolahraga maka semakin banyak kalori yang hilang. Orang yang duduk bekerja seharian akan mengalami penurunn metabolisme basal tubuhnya.

Upaya menurunkan berat badan pada tipe ini adalah yang paling sulit Berdasarkan penyebaran lemak dalam tubuh, ada dua macam obesitas Purwati,yaitu: Tipe ini terjadi masa dewasa.

Obesitas, Penyebab Obesitas

Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 11 4— Skripsi, Menurut para ahli, didasarkan pada hasil penelitian, obesitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Keadaan ini disebabkan karena makanan berlemak mempunyai energy density lebih besar dan lebih tidak mengenyangkan serta mempunyai efek termogenesis yang lebih kecil dibandingkan makanan yang banyak mengandung protein dan karbohidrat.

Profil Kesehatan Indonesia Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu melihat faktor-faktor yang menjadi penyebab obesitas.

Frekuensi makan makanan cepat saji fast food contohnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Muwakhidah dan Dian Tri H rata-rata ferkuensi fast food adalah sebanyak 27,18 kali dalam sebulan dengan batas maksimum sebanyak 52 kali dan minimum 5 kali.

Penilaian Status Gizi. Dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa telah terlihat adanya perubahan gaya hidup yang menjurus pada penurunan aktivitas fisik, seperti: Selain itu sejumlah kecil kasus telah terbukti menunjukkan hasil dari ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh genetika, penyakit mental, atau anomali medis.Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya: Faktor genetik Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik.

Namun, anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penyebab & Faktor Risiko. Penyebab. Ada pengaruh genetik dan hormon pada berat badan.

Hal yang paling mendasar adalah obesitas terjadi ketika tubuh menerima lebih banyak kalori daripada membakarnya. Kalori tersebut kemudian menumpuk dan menjadi lemak. Obesitas biasanya merupakan hasil dari kombinasi antara faktor-faktor berikut. Obesitas disebabkan oleh beragam hal dan merupakan hasil dari kombinasi penyebab dan faktor, yang di antaranya adalah: Faktor genetika.

Gen dapat mempengaruhi jumlah lemak tubuh dan di mana saja lemak tubuh didistribusikan. Genetika juga memainkan peran dalam seberapa efisien tubuh mengubah dan mendistribusikan makanan menjadi energi dan bagaimana tubuh membakar kalori saat berolahraga.

Obesitas banyak terjadi pada perempuan dibanding dengan laki-laki. Seseorang dengan gen tertentu akan memiliki makanan spesifik dan nutrisi yang juga spesifik.

Sedangkan faktor lingkungan, seperti adanya budaya (curtural factor) akan berefek pada komposisi makanan dan level dari aktifitas npgwebsolutions.com: Dr. Wiwid Santiko. 4/21/ · Obesitas adalah kondisi medis kronis. Bisa menyebabkan beberapa efek kesehatan yang tidak diinginkan dan melibatkan sistem organ yang berbeda.

Perkembangan obesitas terwujud jelas pada orang gemuk Author: Alkindi's Effect. Menurut para ahli, didasarkan pada hasil penelitian, obesitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah faktor genetik, disfungsi salah satu bagian otak, pola makan yang berlebih, kurang gerak/olahraga, emosi, dan faktor lingkungan.

GenetikAuthor: Indarto.

Faktor faktor penyebab obesitas
Rated 5/5 based on 82 review